Sunday, March 4, 2012

Remaja Bukan Manusia Biasa

Orang seusia kamu (remaja) itu bukanlah anak yang bau kencur lagi. Tahap perkembanganmu sudah berbeda dengan anak-anak.Begitu pula, tugas perkembanganmu pun juga berbeda dengan saat kamu masih anak-anak.
            Ingin tahu apa saja yang istimewa pada masa remajamu? Nah, biar lebih jelas coba kita lihat sama-sama yuk. Kamu bisa melihatnya sekaligus sambil mengevaluasi diri, sejauh mana diri kamu mempunyai keistimewaaan-keistimewaan itu. Yuk, kta jelajahi duniamu sendiri!


1.      Saa-saat kreatif dalam hidupmu

Para pakar yang tertarik pada dunia seputar otak dan kecerdasan manusia, secara umum mengategorikan otak manusia itu pada dua hemisfer, yaitu hemisfer kiri dan hemisfer kanan. Hemisfer kiri mengendalikan otak otak bagian kanan, sedangkan hemisfer kanan mengendalikan otak bagian kiri. Jadi, tubuh kamu yang sebelah kanan dikendalikan oeh hemisfer kiri, sedangkan tubuh kamu yang sebelah kiri dikendalikan oeh hemisfer kanan.

            Nah, dua bagian otak itumengendalikan dua karakter yang sangat berlawanan dalam dirimu. Otak kiri berhubungan dengan semua ha yang teratur , rapi, dan sangat berhubungan dengna logika. Otak kanan itu pusat segala sesuatu yang berhubungan dengan emosi, perasaa, impulsif, kespontanan, dan kreativitas.

            Nah, umumnya remaja seusia kamu tuh usia yang sedan gkreatif-kreatifnya. Manusai kreatif seperti remaja akan banyak yang menyayangkan jika kreativitas mereka tidak digunakan untuk hal-hal yang bisa membaamanfaat bagi orang banyak. Siapa tahu kamu bisa seperti remaja-remaja Indonesia yang mampu memenangkan olimpiade internasional di kancah dunia. Untuk hal-hal yang lebih praktis, kamu bisa membuat resep menggoreng tempe yang tak banyak menghabiskan minyak, atau membuat alarm sederhana untuk banjir, atau membuat alat listrik sederhana, tapi menfaatnya tak kalah penting. Jadi, jangan ragu untuk berprestasi ya!

2.      Kamu nggak suka diatur

Biasanya, remaja seusia kamu itu sangat mencintai kebebasan. Ketidaksukaanmu untuk diatur oleh orang lain mulai terlihat, bahkan dengan orangtuamu sendri. Kamu sekarang sudah punya ruang-ruang privacy sendiri, yaitu di mana kamu nggak mau diamsuki atau diatur oleh orang lain, apalagi orangtuamu. Kamu menginginkan sebuah kehidupan yang bebas, di mana kamu adalah tuan bagi dirimu sendiri. Kamu benci dengan aturan-aturan yang terasa mengekang dirimu. Kamu menginginkan sebuah dunia di mana kamu nggak diatur dengan segala macam aturan yang membuat langkahmu jadi nggak bebas. Terkadang itu bikin kamu jadi lupa kalau di sekeliling kamu juga ada orang lain, lengkap dengan keinginan mereka masing-masing.

            Salah satu hal ayng menunjukkan kalau kamu nggak suka diatur oleh orang yang lebih tua dari kamu adalah rahasia yang kamu punya. Yah, sebetulnya wajar saja kalau setiap orang punya rahasianaya sendiri. Coba kamu pikir, waktu kamu merasa senang, sedih atau bete, kamu pertama kali cerita sama siapa? Trus, waktu kamu ngeceng atau fall in love sama seseorang, siapa yang pertama kali denger cerita bahagia kamu ini? Pasti sebagian besar dari kamu lebih memilih buat cerita sama temen daripada sama orangtua. Wajar aja sih, karena mungkin kamu merasa lebih nyaman untuk cerita sama mereka karena kadang kalau mau cerita sama orangtua sendiri akan merasa malu. Selai curhat sama temen, ada juga yang merasa kalau rahasianya itu lebih aman kalau ditulis di buku diary, betul nggak?

3.      Kamu suka mencoba dan mengeksplorasi hal baru

Saat-saat remaja adalah saat di mana kamu suka sekali mencoba hal-hal baru. Kamu menjadi kreatif untuk menciptakan atau melakukan sesuatu hal yang baru, seperi mendekorasi sebuah pentas seni di sekolah dengan hiasan yang lucu-lucu. Kamu juga bias merancang acara perpisahan sekolah dengan sangat atraktif. Baik ketika rapatpenyatuan ide-ide ataupun pelaksanaa, kamu bias dengan ajaib menciptakan pesta perpisahan sekolah yang rame, heboh, berkesan, dan takkan terlupakan buat kamu dan juga teman-temanmu.

            Begitu kamu mendapat kesempatan untuk berbuat hal-hal baru, terlepas dari apakah itu positif atau negative, maka kamu suka menggunakan kesempatan ini karena asa penasaran kamu yang begitu besar. Contoh negatifnya, seperti mencoba narkoba dan akhirnya malah ketagihan. Nggak heran banyak pengguna dan bahkan pengedar narkoba yang masih berusia belasan dan masih duduk di bangku SMP atau SMA. Yakinlah kalau kamu bukanlah tipe remaja seperi itu. Kata kuncinya adalah rajin mencoba hal baru menyebabkan kamu mudah dipengaruhi oleh lingkunganmu.

4.      Semangatmu tinggi namun kadang nggak stabil

Ciri yang lain dari kamu adalah mempunyai semangat tinggi namun kadang tidak stabil. Nah, itulah bedanya antara remaja seusia kamu dengan orang dewasa. Kalau orang dewasa membuka sebuah usaha, pasti dia akan mikir bagaimana kelanjutan usaha ini ke depannya, bagaimana aliran keuangannya, bagaimana produksinya, dan sebagainya. Remaja kadang-kadang masih  mikir, kalau untungnya besar dan peluang terbuka lebar, baru mereka semangat untuk menjalankannnya. Tapi kalau bisnis itu sudah mulai mandek, mereka akan berhenti dan tidak mau lagi meneruskan usaha itu.

            Hal ini belum tentu jadi suatu hal yang jelek karena minimal kamu udah punya semangat yang tinggi. Manusai tanpa semangat itu seperti mobil tanpa bensin. Mau didorong bagaimana pun, tetap nggak bias jalan. Kalau kamu punya semangat, kata pepatah, gunungpun bias kamu tembus. Tapi kalau nggak ada semangat, peluang besar di depan mata pun bias lewat begitu saja.

5.      Antara anak-anak culun dan orang dewasa

Menurut para psikolog, kamu berada di antara peralihan dua fase, yaitu masa anak-anak dan masa dewasa. Transisi! Kamu nggak bias disebut lagi sebagai anak-anak, tapi kamu juga belum bias disebut orang dewasa. Awal usia dewasa berdasarkan psikologi perkembangan  dimulai dari usia 20 tahun. Nah, kamu belum berusia 20 tahun kan? Dalam masa transisi ini banyak perubahan terjadi pada dirimu, baik perubahan psikis maupun perubahan biologis.

            Waktu masih anak-anak, kamu bias menangis dan merengwk kepada orangtuamu kalau kamu punya satu keinginan tapi kamu tak mendapatkannya. Kamu bias menangis bahkan hanya karena satu alasan yang sangat sepele. Kalau kamu dijahili sama temanmu, kamu bias menangis dan ngadu sama orangtua atau ibu guru. Pokoknya. Kamu bias marah, menangis terrawa, bahkan sedih untuk sebuah alas an yang menurut orang dewasa sangatlah sepele.

            Di masa peralihan antara anak-anak di mana kamu masih berada di bawah tanggung jawab orangtua, menuju ke masa dewasa yang harus dipertanggungjawabjkan oleh diri sendiri, berarti kamu berada pada masa pertengahan itu. Dan mungkin saja, masa-masa itu sangat tak nyaman….tapi, kamu harus tetap melewatinya karena hidup itu maju terus pantang mundur…!

6.      Masa yang paling ”berani” dalam hidupmu

Masa remaja ini masa di mana kamu bias dengan mudah melakukan kejahilan-kejahilan, kamu bias melakukan hal-hal berani atau kadang juga nekat. Kamu nggak banyak pertimbangan seperi orang dewasa yang biasanya banyak oertimbangan saat mereka melakukan sesuatu. Kamu cenderung melakukannya spontan. Asalkan kamu senang melakukannya. Keberaniamu dalam beberapa hal layak diacungi jempol, baik dalam konteks positif atau negative. Mau tahu buktinya?

            Kamu tuh ska melakukaqn terobosan-terobosan baik yang oke, maupun yang oke. Contohnya? Kamu bias punya ide untuk bolos saat jam pelajaran berlangsung, kamu hobi ngerjain guru, kamu suka melanggar aturan sekolah. Itu yang nggak okenya. Sedangkan yang oke juga banyak. Kamu bias berprestasi, kamu bisa peduli sama orang lain (misalnya saat kamu jadi relawan untuk para korban bencana alam), kamu bisa aktif di mana-mana (misalnya di berbagai organisasi).

7.      Special Generation

Orang-orang banyak menaruh perhatian sama generasi kamu karena generasi muda itu generasi yang potensial. Potensial sehingga generasi kamu itu sadar nggak sadar sudah menjadi perhatian banyak orang. Presiden Negara kaiat yang pertama alias Bung Karno pernah berkata,”Berikan padaku sepuluh orang pemuda, akan aku guncang dunia”. Wah… hebat ya! Pemuda tentunya identik dengan orang yang enerjik dan cerdas. Kalau seorang negarawan seperi itu, bisa sangat menghargai pemuda, berarti pemuda alias remaja (bahasa psikologinya), bukan generasi main-main.

8.      Punya banyak potensi tapi belum terarah

Pada masa remaja ini kamu juga mengalami self awareness dan mulai mencari peran. Kamu mulai bertanya-tanya pada dirimu sendiri,”Siapa aku?” dan mulai mencari peran-peran yang cocok dalam hidupmu. Apakah aku cocok jadi dokter, perawat, psikolog, atau penyanyi? Basanya begitu kamu tidak cocok dengan satu peran kamu akan segera beranjak ke peran hidup yang lainnya. Peran hidup yang kamu pilih terkait dengan potensi yang kamu miliki.

            Setiap orang dibekali Sang Pencipta dengan potensinya masing-masing. Ini sudah jelas. Kamu itu unik dan berbea dengan yang lainnya. Coba saja tengok di lingkungan teman-teman sekelasmu, kebiasaan dan bakatmu itu berbeda. Ada di antara kamu yang suka sepak bola, ada yang suka main basket, ada yang suka renang, ada yag suka dengan situasi yang rame-rame. Namun, ada juga yang suka mojok sendirian, bukan karena autis, tapi karena memang menyukai kesendirian dan kesunyian.

No comments:

Post a Comment